El-Sayed dan Mamdani Adalah Ahok-nya Amerika Serikat
Tanggal 1 Januari 2026, Zohran Mamdani dilantik menjadi Walikota New York City. Tanggal 1 Januari 2027 mendatang, Abdul El-Sayed akan dilantik menjadi anggota senat Amerika Serikat. Mereka adalah minoritas, bukan orang kulit putih kaukasian, dan beragama Islam, bukan mayoritas kristen. Tetapi mereka mendapat dukungan dari rakyat di dapilnya masing-masing. Selain Mamdani dan El-Sayed, ada beberapa politisi lain yang situasinya mirip, misalnya Ilhan Omar dan Rashida Tlaib.
Banyak media massa di Indonesia ikut 'merayakan' kemenangan mereka. Mengapa? Rata-rata hanya karena mereka melihat Mamdani dan El-Sayed beragama Islam. Tapi jangan keliru, di Indonesia, politisi terkenal yang paling mirip dengan El-Sayed dan Mamdani adalah Ahok.

Baik El-Sayed, Mamdani, dan Ahok Jakarta 2014 semuanya memiliki platform politik populis kiri. Mereka adalah minoritas ganda karena sama-sama bukan ras mayoritas, dan juga bukan penganut agama mayoritas.
Ironisnya adalah bahwa banyak pihak yang sekarang dengan gegap gempita mengelu-elukan Mamdani dan El-Sayed adalah pihak yang sama yang gemar mendiskreditkan Ahok satu dekade yang lalu. Kalau diperhatikan, umumnya mereka adalah kelompok sayap kanan berbasis agama, yang mirip dengan gerombolan MAGA di Amerika Serikat.
Sama seperti Ahok 10 tahun lalu, Mamdani dan El-Sayed saat ini juga sedang mendapat serangan bertubi-tubi dari gerombolan sayap kanan.
Apa yang akan terjadi jika misalnya El-Sayed dan Mamdani ikut pemilihan umum di Indonesia dengan platform politik dan program kerja yang sama? Mereka juga akan mendapatkan gempuran bertubi-tubi dari gerombolan sayap kanan lokal, walaupun di sini mereka menjadi penganut agama mayoritas.
